Zagreb; Kota Museum, Ibukota Kroasia
Published :

M
eskipun merupakan ibukota Kroasia, Zagreb kadang-kadang diabaikan sebagai tujuan pengunjung ke negara ini, padahal banyak pula hal yang ditawarkan oleh kota ini. Tentu saja, bukan laut Adriatik atau pantai, tetapi kota ini memiliki banyak tempat wisata, restoran, kafe dan bar, acara hiburan, banyak pilihan akomodasi, beberapa tempat belanja dan sangat mudah dijangkau dari tempat lain di Eropa.

AGUSTUS >

Alun-alun Zagreb

Kota ini dibagi menjadi tiga bagian; pertama, ada Gornji grad (Upper Town) yang berisi Istana Kepresidenan, ikon St Mark Gereja. Kedua, parlemen Kroasia (Sabor), serta museum dan galeri yang teratur di sepanjang jalan dan dihiasi lampu. Dan ketiga, bangunan abad ke-19 Donji grad (Lower Town) dengan yang toko-toko, restoran, kafe, bioskop dan taman; dan daerah bekas peninggalan Perang Dunia II modern Novi Zagreb (New Zagreb) yang penuh dengan bangunan bertingkat tinggi dan pada dasarnya tidak banyak menawarkan tempat menarik bagi pengunjung.

Zagreb juga disebut kota museum karena setiap melangkahkan kaki, Anda akan sering melihat museum yang lebih banyak dibandingkan kota-kota lain di dunia. Tapi bukan berarti kota ini tidak menawarkan hal lain selain museum yang mungkin akan menjadi surga bagi ahli sejarah.

Salah satu kegiatan favorit Zagrebcani (penduduk setempat) adalah menghabiskan waktu dengan duduk di salah satu kafe yang juga banyak terdapat di kota ini yang mungkin juga bisa Anda coba. Di malam hari, Anda dapat mengunjungi salah satu dari banyak restoran, dengan hidangan Kroasia yang lezat, dan mungkin jika Anda suka, Anda dapat menyelesaikan hari Anda di salah satu bar atau klub.

Sejarah Zagreb

Zagreb membentang sejauh 1.094 ketika dua permukiman Hungaria di daerah Kaptol dan Gradec dihancurkan pada 1242 oleh Mongol.

Setelah beberapa kali mengalami kejatuhan di abad 17 dan 18 akibat serangan wabah dan api, serta parlemen kota yang dipindahkan ke Varazdin. Kemudian pada abad ke-19 Zagreb tumbuh kembali menjadi kota yang menonjol pada abad itu.

Sejumlah bangunan dan lembaga yang memiliki nilai budaya mulai dibangun, termasuk Universitas pada tahun 1874 dan teater nasional pada tahun 1890. Kemudian Jalur kereta api pun dibangun – mendorong ekspansi yang signifikan di Donji Grad (Lower Town) – serta pabrik gas dan saluran air pun dibangun di sekitar wilayah ini.

Pada awal abad ke-20, Zagreb tumbuh bahkan lebih cepat. Sejumlah lingkungan perumahan muncul dan berkembang, populasi Zagreb meningkat 70% selama tahun 1920, kota berkembang lebih lanjut setelah Perang Dunia II ketika daerah-daerah baru seperti Novi Zagreb (New Zagreb) diciptakan. Kawasan industri juga didirikan pada tahun 1949 dan Zagreb Pleso Bandara dibuka pada tahun 1962.

Selama di bawah kekuasaan Yugoslavia, Zagreb adalah sebuah kota penting bagi negeri ini – dengan penduduk terbesar kedua di Yugoslavia dan dianggap sebagai pusat ekonomi negara.

Pada tahun 1991, ketika Kroasia menyatakan kemerdekaannya, kota ini ditetapkan sebagai ibu kota Kroasia. Meskipun sering mengalami peperangan, kota ini muncul relatif tanpa cedera dan tumbuh dengan cepat.

Saat ini, Zagreb menjadi kota yang ramai dengan banyak pemandangan, museum, galeri, bar dan restoran, dan tentunya yang terpenting “cafe masyarakat”. Zagreb adalah rumah bagi banyak kafe yang hampir selalu penuh dengan penduduk setempat! Kota ini layak dikunjungi, sebagai bagian dari liburan yang dapat dikombinasikan dengan kelezatan pantai Kroasia.

Cara Menempuh Zagreb

Sebagai ibukota Kroasia, Zagreb memiliki aksesibiltas yang mudah ke seluruh negara. Cara tercepat untuk menempuh Zagreb dari wilayah lain adalah dengan Croatia Airlines yang memiliki penerbangan harian rutin dari Zadar, Split dan Dubrovnik yang beroperasi sepanjang tahun, serta penerbangan musim panas ke Bol (Brac).

Cara lainnya, Anda juga dapat menempuh Zagreb dengan bus atau kereta yang juga mudah didapatkan, karena Zagreb merupakan kota yang banyak terhubung dengan seluruh Negara di Eropa.