Lingkungan Alam Prasejarah, Kehidupan Awal (Proterozoic)
Published :

K
ehidupan awal di Bumi diperkirakan muncul 3.5 Miliar tahun yang lalu. Keragaman hayati telah berkembang terus dari masa itu kecuali bila terganggu oleh kepunahan massal.

Meskipun para ahli memperkirakan bahwa lebih dari 99 persen dari semua spesies hidup (Lebih dari lima miliar) yang pernah hidup di bumi telah punah, tapi masih ada sekitar 10-14 juta yang masih ada, dimana sekitar 1,2 juta telah berhasil didokumentasikan dan lebih dari 86% belum dapat dijelaskan dan bahkan belum teridentifikasi.

Lebih dari 7.3 miliar manusia hidup di bumi dan tergantung pada biosfer dan mineral untuk kelangsungan hidup. Pada awalnya Bumi, planet yang kita huni ini didominasi pegunungan api, badai atmosfer terjadi dimana-mana, udara dipenuhi dengan zat kimia yang beracun.

Suasana kelam dan abu-abu, laut sesekali memecah kesunyian tapi tidak ada kehidupan, mungkin lebih tepatnya belum karena awal mula kehidupan bermula dari keheningan laut,.

Lautan itu entah bagaimana caranya kemudian menampung zat-zat organik yang terhampar di tanah, atmosfer serta dari meteor-meteor yang jatuh ke Bumi.

Substansi-substansi kehidupan seperti karbon dioksida, methana, air, dan hidrogen sianida kemudian membentuk molekul kunci sebagai pembentuk awal kehidupan seperti asam amino, gula, dan nukleotida membentuk blok-blok asam nukleik dan protein yang merupakan unsur pembentuk utama semua kehidupan.

Dari peristiwa tersebut , hal yang paling penting adalah munculnya pembentukan molekul Deoxyribose Nucleid Acid (DNA) dan Ribose Nucleid Acid (RNA) yang membentuk serangkaian instruksi operasi biologis untuk membentuk kehidupan.

Akan tetapi, kehidupan awal itu tidak hanya dipicu oleh hadirnya molekul spesial DNA dan RNA tapi juga oleh zat-zat kimia dan unsur lainnya yang pasa saat itu ada pada lingkungan primitif bumi.

Proterozoic, “Kehidupan awal”

Pada masa akhir Precambrian, yang terentang dari 2.500 sampai dengan 544 juta tahun yang lalu. Fosil-fosil yang diketemukan pada periode ini telah menunjukkan adanya pembentukan organisme ber-sel tunggal yang kompleks yang oleh beberapa ahli disebut sebagai Proterozoic, yang berarti “Kehidupan awal”. Masa ini sering disebut sebagai Proterozoikum.

Pada masa Proterozoikum ini juga diketemukan fosil Alga yang memiliki multisel cukup tua berasal dari masa 1.200 juta tahun lalu. Keragaman biologis juga mengalami peningkatan yang sangat cepat, beberapa bahkan menunjukan perkembangan menuju sel eukariotik.

Berbeda dengan sel prokariotik, sel eukariotik memiliki ukuran yang lebih besar dengan struktur serta organisasi lebih kompleks, termasuk adanya nukleus sebagai bagian dari struktur tempat DNA dalam kromosom. Selain itu juga terdapat struktur-struktur khusus yang disebut organelle.

Bukti dari kemunculan binatang multisel tertua(metozoa) diketemukannya dari liang-liang pada batu yang kemungkinan dibuat oleh binatang seperti cacing.

Fosil-fosil binatang tersebut diketemukan hampir di berbagai tempat di belahan duni seperti di Cina, wilayah Kanada, dan juga di India. Pada masa Proterozoikum ini kemungkinan besar oksigen telah tersedia di bumi.