Lingkungan Alam Prasejarah Periode Triasik
Published :

P
eriode Triasik kurang lebih berlangsung selama kurun waktu 250 juta sampai dengan 200 juta tahun yang lalu. Periode ini adalah periode paling awal dari tiga periode era Mesozoikum; Triasik, Jurasik, Kretasius (zaman kapur).

Nama Triasik mengacu pada tiga lapisan (Trias) batuan yang ditemukan di hampir seluruh wilayah Jerman dan juga di Eropa Barat; Lapisan merah yang dibatasi kapur, Serangkaian lumpur terestrial dan batu pasir. ini di Jerman.

Tentang Mesozoikum

Mesozoikum dapat diartikan sebagai Zaman kehidupan Pertengahan, dari kata “meso” yang berarti antara dan dari kata “zoon” yang artinya hewan. Era ini juga terkenal dengan nama Zaman binatang pertengahan.

Mesozoikum perupakan era kedua seletah Paleozoikum dan sebelum era Kenozoikum. Era-era tesebut biasanya di tandai saat keadaan bumi berubah drastis seperti yang terjadi pada era Paleozoikum dimana kehidupan pertama kali muncul. Era Mesozoikum juga disebut sebagai Zaman Dinosaurus mengacu kepada Dinosaurus yang merupakan organisme yang paling populer pada era ini.

Keadaan Bumi Periode Triasik

Super benua (Pangaea) masih terbentuk hingga pertengahan masa Triasik, setelah itu Pangaea kemudian secara bertahap terpisah menjadi dua daratan luas; Laurasia di utara dan Gondwana di selatan.

Dari berbagai sisi, periode Triasik sejatinya merupakan masa transisi. Wilayah daratan di Bumi masih tergabung dalam super benua, Pangaea.

Keadaan Iklim Bumi selama periode Triasik sebagian panas dan kering akibat dari sirkulasi air laut dan daratan sehingga wilayah yang jauh dari pantai umumnya berupa gurun yang mencakup hampir di seluruh permukaan Bumi. Namun iklim kemudian bergeser menjadi lebih lembap ketika Pangaea mulai terpisah.

Periode Triasik mulai dibangun dari kondisi kepunahan periode Permian yang meninggalkan sedikit bosfer di Bumi. Periode ini pada masa-masa awalnya diwarnai dengan penyebaran dan pengolonisasian kembali beberapa organisme-organisme yang berhasil bertahan hidup. Organisme-organisme ini kemudian mengisi daerah-daerah kosong yang perlahan mulai memberi warna kehidupan di Bumi.

Penghuni Periode Triasik

Therapsids dan archosaurus adalah vertebrata darat yang menjadi cikal bakal penghuni bumi selanjutnya. Cabang dari subkelompok archosaurus adalah Dinosaurus yang pertama muncul pada periode Triasik akhir. Hewan ini sebetunya tidak terlalu dominan pada masa Triasik tapi nanti menjadi dominan pada masa Jurasik.

Organisme pada periode Triasik dapat dibagi menjadi tiga kelompok. Kelompok pertama adalah mereka yang berhasil bertahan hidup dari masa kepunahan di akhir periode Permian.

Kelompok kedua adalah organisme yang baru muncul dan hanya tumbuh sebentar, dan kelompok terakhir adalah organisme baru yang akhirnya mendominasi era Mesozoikum.

Termasuk dalam organisme yang berhasil bertahan hidup adalah tumbuh-tumbuhan jenis lycophyte dan jenis glossopterid. Juga ada dari keluarga reptil yang mirip mamalia seperti jenis dicyonodont.

Sedangkan kelompok organisme yang mendominasi era Mesozoikum adalah jenis konifera modern, cycadeoid, dan juga keluarga Dinosaurus.

Pada periode Triasik, evolusi besar terjadi pada bagian postur beberapa kelompok reptil. Mereka telah mengubah kondisi tubuh awal dari melata (sprawling) menjadi bentuk tegak (errect).

Dinosaurus periode Triasik dapat dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan bagian struktur pinggulnya; kelompok saurichian dan kelompok ornithischian.

Kelompok Saurischian adalah keluarga theropoda contohnya jenis Coelophysis dan jenis Tyrannosaurus Rex. Juga yang termasuk ke dalam kelompok Saurischian ini adalah keluarga sauropoda seperti jenis Apatosaurus.

Mamalian pertama subkelompok therapsids juga berkembang selama periode ini. Jenis Vertebrata terbang pertama yaitu Pterosaurus yang mirip dengan Dinosaurus dari jalur archosaurus diperkirakan hadir pada periode Triasik ini.

Sebagian besar ilmuwan meyakini bahwa bahwa burung merupakan hasil evolusi dari Dinosaurus keluarga theropoda. Sementara itu yang termasuk Dinosaurus keluarga ornithischian adalah jenis hadrosaurus, iguanodon, stegosaurus, dan triceratopa.

Untuk Kelompok Sinapsida setidaknya dapat diidentifikasi dari bentuk lubang tengkorak yang umumnya lebih besar pada bagian belakang matanya, juga otot dan rahang siniapsida biasanya lebih kuat karena otot rahang telah tertanam bukan lagi mengandalkan bagian tengkorak seperti yang ditemukan binatang pendahulunya.

Mamalia yang hadir kemudian diperkirakan merupakan bagian dari kelompok sinapsida yang lebih maju. Sinapsida merupakan salah satu dari cabang amniote, termasuk manusia di dalamnya.

Jenis Pelycosaur yang bukan therapsida dan juga bukan sinapsida pernah menjadi reptil yang diperhitungkan pada periode Triasik. Akan tetapi, garis keturunan Pelycosaur memang sudah terpisah sejak awal.

Seperti pada jenis Dimetrodon dan Edaphosaurus yang merupakan keluarha sinapsida awal. Kelompok ini merupakan jenis reptil yang seperti mamalia. Pada perkembanggannya therapsida dan juga cynodont termasuk dalam jenis sinapsida muncul.

Cynodont bahkan lebih mengarah kepada mamalia yang sebenarnya. Seiring waktu, cara berjalan dari sinapsida ini bahkan menjadi lebih naik dan bagian ekor memendek dengan drastis.

Akhir periode Triasik ditandai dengan satu lagi kepunahan massal hingga memusnahkan banyak kelompok. Kepunahan ini memungkinkan Dinosaurus mendominasi di masa selanjutnya yaitu periode Jurasik.