Lingkungan Alam Prasejarah Periode Kretasius
Published :

E
pisode akhir dari era Mesozoikum adalah periode Kretasius yang berlangsung kurang lebih dari 145 juta sampai dengan 65 juta tahun yang lalu. Karena banyaknya kandungan kapur yang diketemukan pada periode ini, Maka Periode ini disebut Zaman Kapur. Istilah Kretasius berasal dari kata latin “creta” yang artinya kapur.

Periode Kretasius berlangsung lebih lama dari para periode penerusnya pada era Kenozoikum. Zaman Kapur merupakan periode dimana bumi memiliki iklim yang relatif hangat sehingga beberapa wilayah laut mengalami pendangkalan permukaan air.

Pada Periode Kretasius banyak ditemukan organisme yang dianggap merupakan tipikal era Mesozoikum, seperti jenis ammonit, gimnospermae, ichtyosaurus, belemnite, dan juga plesiosaurus justru mengalami penurunan populasi.

Kelompok-kelompok tersebut meskipun telah menyebar dan mengalami pengayaan jenis dan berhasil bertahan hingga pertengahan Kretasius, justu perlahan namun pasti mereka telah menunjukkan ciri-ciri kepunahan termasuk juga pada keluarga Dinosaurus.

Beberapa perubahan yang memengaruhi bentang alam dan ekologi bumi justru terjadi pada dunia tanaman yaitu munculnya jenis angiospermae atau tanaman berbunga pada periode Kretasius awal sekitar 130 juta tahun yang lalu.

Tanaman-tanaman yang memiliki bunga, termasuk juga di dalamnya beberapa pepohonan besar dan jenis rerumputan, kemudian dapat dibedakan dari jenis tanaman lainnya karena munculnya bunga yang mereka produksi.

Beberapa jenis tumbuhan bunga itu telah menggunakan mekanisme polinasi angin, warna, bau atau gabungan keduanya agar dapat menarik serangga dan hewan pengumpul polen.

Nektar yang dicari serangga mungkin muncul sebagai “hadiah” bagi mereka yang membantu dalam proses ini. Pada kenyataannya Binatang memang lebih efektif dalam menyebarkan polen dari pada angin, sehingga banyak tanaman yang beralih menggunakan perantara serangga dalam mengembangkan metode reproduksinya.

Angiospermae bukan lah satu-satunya jenis tanaman yang telah mengikutsertakan binatang dalam proses polinasinya. Kelompok tanaman lain yaitu cycadas juga diduga telah dipolinasi dengan bantuan dari serangga sejenis kumbang.

Munculnya tumbuhan berbunga pada masa awal Kretasius ini beserta ketergantungannya terhadap serangga kemudian memicu perkembangan besar dari berbagai jenis serangga dan bahkan muncul jenis baru seperti lebah, ngengat, kupu-kupu, ngengat, dan juga semut.

Serangga-serangga itu akan meminum nektar yang dihasilkan bunga. Semut da lebah bahkan telah mengembangkan proses kolonisasi yang kompleks dan sangat rumit.

Zaman Kapur di Asia.

Periode Kretasius awal daratan India terpisah dari Australia dan daratan Papua masih tergabung dengan Antartika. Pemekaran di Ceno Tethys yang memiliki orientasi rata-rata ke arah Barat Laut dan Tenggara menyebabkan Blok Argo dan juga Busur Woyla kemudian bergerak ke Asia Tenggara.

Sekitar 25 juta tahun kemudian. Blok Argo telah mendekati Sundaland dan pemekaran pada Ceno Tethys berhenti. Pusat pemekaran antara daratan India dan Australia kemudian menuju ke arah utara dan terjadi subduksi di bagian selatan Sumatra hingga tenggara Kalimantan.

Pada 90 juta tahun lalu, periode Kretasius tengah, Blok Argo kemudian mendekati daratan Kalimantan sebelah barat laut dan Busur Woyla merapat ke tepian Sumatra. Koalisi-koalisi tersebut akhirnya menyebabkan subduksi kembali berlangsung. India terus bergerak ke utara melalui subduksi pada Busur Incertus. Daratan Australia dan Papua mulai bergerak perlahan menjauhi Antartika.

Pada peiode Kapur akhir, Daratan India bergerak cepat ke arah utara dikarenakan pemekaran yang terjadi di bagian selatan. Sementara itu, tidak ditemukan pergerakan yang cukup signifikan antara daratan Australia dengan Sundaland serta tidak terjadi adanya subduksi di bawah pulau Sumatra dan Pulau Jawa.

Kemusnahan Massal

Kemusnahan massal pada periode akhir Kretasius 65 juta tahun yang lalu, bertanggung jawab menghilangkan kehidupan Dinosaurus di Bumi. Tidak hanya itu, berbagai jenis hewan darat lainnya yang mempunyai berat lebih dari 25 kg juga dinyatakan punah.

Kepunahan massal pada periode Kretasius ini tidak sedahsyat bencana pemusnahan massal pada periode akhir Permian, akan tetapi kemusnahan massal periode Kretasius banyak diteliti dibandingkan dengan kejadian kemusnahan massal periode lainnya.

Hingga saat ini belum ada kesimpulan yang pasti mengenai penyebab Dinosaurus-dinosaurus itu musnah. Pendapat yang cukup mendapat dukungan adalah bahwa bumi telah ditabrak oleh asteroid 65 juta tahun yang lalu.

Bukti mengenai hal ini setidaknya dapat dilacak dari iridium spike yang telah menimbulkan luapan lava dalam jumlah banyak yang terjadi di daerah Basin Decan, wilayah India sekarang.