Lingkungan Alam Prasejarah Periode Jurasik
Published :

P
riode Jurasik merupakan periode kedua era Mesozoikum yang terentang selama kurun waktu 213 juta hingga 145 juta tahun yang lalu. Dinamai sesuai dengan nama tempat ketika batuan dari masa ini teridentifikasi, yaitu di pegunungan Jura, di wilayah Alpen, antara Swiss dan Prancis.

Di luar dari apa yang ditampilkan oleh Hollywood, Periode Jurasik masih sangat penting untuk terus diteliti dan kita pelajari sampai dengan saat ini.

Selain banyaknya fosil yang ditemukan pada masa ini juga peranan karena dorongan ekonomi yang mengikutinya, dimana banyak ladang minyak yang ditemukan dibentuk pada masa ini.

Kurang lebih 200 juta tahun yang lalu, pergeseran super benua Pangaea yang didorong oleh panas bumi dan kondisi geologis lainnya menyebabkan daratan maha luas itu saling memisahkan diri.

Bagian pertama bergerak ke utara, dikenal dengan sebagai daratan Laurasia sementara bagian lain yang bergerak ke selatan menjadi Benua Gondwana. 160 juta tahun kemudian patahan dari benua itu yang nantinya akan kembali terpisah kemudian akan membentuk benua yang di kenal sekarang.

Garis pantai Amerika Selatan dan Afrika yang seperti puzzle dan saling berhadapan merupakan bukti bahwa kedua benua tersebut dahulunya tergabung.

Pada awal periode Jurasik pergeseran benua-benua itu telah berhasil membuat sebagian wilayah menjadi lembap, dan banyak pandang gurun pada periode Triasik digantikan oleh hutan hujan yang lebat selama periode ini.

Penelitian yang dilakukan para ahli dengan meneliti pola penyebaran tanaman, fosi-fosil dan juga menggunakan senyawa isotop oksigen, dapat mengindikasikan bahwa pada periode Jurasik iklim di Bumi relatif sedang, berkisar di antara 80C . Selain itu juga ditemukan bukti tidak ada gletser pada periode ini.

Di darat, fauna dialihkan dari dunia periode Triasik, didominasi oleh keluarga Dinosaurus dan buaya purba. Burung-burung pertama juga muncul selama periode Jurasik. setelah bervolusi dari cabang Dinosaurus jenis theropoda.

Pada periode ini berbagai binatang yang kemudian menguasi wilayah daratan, lautan, dan udara adalah kelompok reptil. Oleh karenanya, periode Jurasik juga dikenal sebagai zaman reptil.

Dinosaurus hadir dengan jumlah banyak dan jenisnya lebih beragam dari periode Triasik, telah menjadi penguasa darat sepenuhnya.

Buaya purba, ichtyosaurus, dan jenis plesiosaurus menjadi penguasa di lautan. Sementara jenis pterosaurus, reptil terbang itu merajai kawasan udara.

Kehidupan tumbuhan periode Jurasik ini tidak hanya dipenuhi oleh cycadas, tapi juga oleh jenis konifera, horsetail, dan juga jenis fern dengan jumlah yang berlimpah.

Perlahan-lahan beberapa jenis mamalia mulai muncul, ukurannya mungkin masih sebesar tikus. Semantara di wilayah laut, jenis intervetebrata air, yaitu ammonit adalah salah satu organisme yang paling menonjol.

Penemuan yang cukup penting selama pada periode Jurasik adalah Archaeopteryx lithographica, yang diketemukan di Jerman bagian selatan dalam susunan lengkap.

Archaeopteryx ini sudah cukup lama disepakati sebagai hewan transisi dari reptil yang menjadi burung, atau dengan kata lain dianggap burung tertua yang pernah ada.

Para ilmuwan kemudian juga telah menyadari bahwa Archaeopteryx ini mempunyai kemiripan dengan Maniraptora, sekelompok dinosaurus yang menjadi nenek moyangnya Archaeopteryx, dari pada berhubungan dengan burung modern. Akan tetapi terdapat hubungan filogenetik yang cukup kuat di antara dua jenis tersebut.

Penemuan dari jenis burung dan Dinosaurus berbulu pada masa lalu juga diketemukan di wilayah Cina Selatan. Oleh para ilmuwan, temuan tersebut dianggap dapat mendukung teori bahwa theropoda telah mengembangkan bulu agar dapat menghangatkan bagian tubuhnya sebelum digunakan terbang.

Peristiwa besar lainnya termasuk pada munculnya jenis kadal awal, dan evolusi mamalia therian, termasuk placentala purba.

Buaya mulai melakukan transisi dari darat ke kehidupan air. Lautan yang dihuni reptil laut seperti ichthyosaurus dan plesiosaurus, sementara Archaeopteryx dan pterosaurus adalah vertebrata yang dominan di udara.