Masuknya Islam di Bumi Cendrawasih
Published :

D
ari catatan-catatan yang ada menunjukkan bahwa kedatangan Islam di tanah Papua, sesungguhnya sudah sangat lama. Islam datang ke sana dikatakan melalui jalur-jalur perdagangan sebagaimana yang dikatakan yang merupakan satu bagian dari rangkaian panjang syi’ar Islam di Nusantara.

Sejauh menyangkut kedatangan Islam di Nusantara, terdapat diskusi dan perdebatan panjang di antara para ahli mengenai tiga masalah pokok: tempat asal kedatangan Islam, para pembawanya, dan waktu kedatangannya. Berbagai teori dan pembahasan yang berusaha menjawab ketiga masalah pokok ini jelas belum tuntas, tidak hanya karena kurangnya data yang dapat mendukung suatu teori tertentu, tetapi juga karena sifat sepihak dari berbagai teori yang ada. Teori umum perihal kedatangan Islam di Asia Tenggara dikatakan terjadi melalui tiga cara: Pertama, melalui dakwah oleh para pedagang Muslim dalam alur perdagangan; kedua, melalui dakwah para dai dan yang datang dari India atau Arab dan sengaja untuk Syi’ar; dan ketiga, melalui kekuasan atau peperangan.

Masa antara abad XIV-XV memiliki arti penting dalam sejarah kebudayaan Nusantara. Pada saat itu ditandai hegemoni Majapahit sebagai Kerajaan yang bercorak Hindu-Budha mulai pudar. Sezaman dengan itu, muncul jaman baru yang ditandai penyebaran Islam melalui jalan perdagangan Nusantara. Melalui jalur damai perdagangan itulah, Islam kemudian semakin dikenal di tengah masyarakat Papua. Kala itu penyebaran Islam masih relatif terbatas di kota-kota pelabuhan. Para pedagang dan ulama menjadi guru-guru yang sangat besar pengaruhnya di tempat-tempat baru.