Lingkungan Alam Prasejarah; Periode Pliosen
Published :

Z
aman terakhir dari periode Tertier disebut zaman Pliosen (5,3 – 1,8 juta tahun) yang berasal dari bahasa Yunani “pleion” (lebih) dan “ceno” (baru) yang berarti bahwa pada masa itu terdapat lebih banyak bentuk fosil dari pada zaman sebelumnya.

Iklim dingin yang dimulai sejak zaman Eosenterus berlangsung sampai masa Pliosen; hal ini menunjukkan tahapan akhir dari iklim dingin global yang membawa proses pembentukan glasial Quaternary.

Sementara dunia Pliosen beriklim lebih hangat dari pada masa kini, sekitar 2 juta tahun lapisan es menutupi kedua kutub, dan selama masa Pleistosen glasier berulang kali bergerak maju dan mundur pada beberapa area di muka bumi.

Jembatan darat Panamanian antara utara-selatan Amerika muncul selama masa Pliosen, menyebabkan migrasi dari tanaman dan hewan menuju habitat baru. Hal ini memiliki akibat substansial terhadap biota di kedua benua, seperti mamalia berplasenta yang menyebar ke selatan menyeberangi jembatan darat dan hewan marsupial yang bermigrasi ke arah utara.

Primata terus berkembang biak menjadi jenis yang beraneka-ragam. Manusia dan simpanse berbagi nenek moyang yang sama sekitar 17 juta tahun lalu, dan melalui jalur evolusi yang terpisah. Manusia berbagi sekitar 98,8% DNA dengan simpanse, yang merupakan spesies keluarga terdekat kita di antara primata.

Hominida pertama yang pertama kali diketahui berevolusi di Afrika Barat sekitan 5,2 juta tahun lalu. Rahang hominida yang menonjol dan kebanyakan spesies primata yang memiliki otak yang besar. Kebanyakan hominida mungkin hidup dalam kelompok di dekat hutan dan beberapa spesies hominida berikutnya mulai menggunakan dan membuat alat.

Fosil paling tua, gigi tulang rahang dan tulang jari kaki ditemukan di Etiopia, berumur 5,3 juta tahun. Penemuan kerangka hominida berumur lebih muda dinamai Lucy, dengan adanya penemuan itu dan sebuah set jejak kaki di Hadar, Tanzania, mengungkapkan lebih banyak tentang penampilan mereka dan satu karakter yang paling berbeda: bahkan hominida yang muncul paling awal dapat berjalan tegak lurus dengan dua kaki.

Adaptasi semacam ini menyediakan beberapa keuntungan, seperti kemampuan untuk melihat dari atas tumbuhan yang tinggi dan dapat membawa makanan atau peralatan dan senjata dengan mudah ketika bepergian.